
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Perpustakaan An Nur Palajau melaksanakan kunjungan advokasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi kelembagaan dalam pengembangan literasi daerah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perpustakaan komunitas dan pemerintah daerah.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Founder Perpustakaan An Nur Palajau, Sahabuddin, bersama tim pengelola. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kepala Bidang Layanan, Kerja Sama dan Pengembangan, Fasda TPBIS, beserta sejumlah pustakawan di lingkungan dinas.
Dalam pertemuan tersebut, Founder Perpustakaan An Nur menyampaikan rencana besar penyusunan buku Ensiklopedia Budaya Turatea. Buku ini dirancang sebagai dokumentasi komprehensif yang memuat istilah, nilai, dan praktik budaya yang berkembang di masyarakat Jeneponto.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan ensiklopedia ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya ketersediaan referensi yang memadai. Oleh karena itu, Perpustakaan An Nur secara resmi meminta dukungan berupa buku-buku literatur yang relevan guna memperkaya isi dan validitas data dalam penyusunan karya tersebut.
Selain membahas ensiklopedia, pertemuan juga diisi dengan perbincangan terkait karya sastra berjudul Gerhana di Butta Siri’, novel yang ditulis oleh Founder Perpustakaan An Nur. Novel tersebut mendapat perhatian karena mengangkat nilai-nilai lokal dan kearifan budaya Turatea dalam balutan cerita fiksi.
Kepala Bidang Layanan, Kerja Sama dan Pengembangan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perpustakaan An Nur dalam mengembangkan literasi berbasis budaya lokal. Ia menilai bahwa penyusunan ensiklopedia merupakan langkah penting dalam pelestarian budaya daerah yang perlu didukung bersama.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto turut meminjamkan sejumlah buku referensi yang dapat digunakan dalam proses penyusunan ensiklopedia. Selain itu, dinas juga memberikan bantuan berupa kertas untuk mendukung kegiatan mewarnai gambar yang selama ini menjadi salah satu aktivitas favorit anak-anak pengunjung Perpustakaan An Nur.
Kunjungan advokasi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara Perpustakaan An Nur dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai program literasi yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Turatea. (Els@h).



