
Jeneponto-Gemaliterasi. Di era teknologi digital seperti sekarang ini, guru dianggap telah ketinggalan zaman bila tidak menguasai teknologi digital dan bisa jauh tertinggal dari peserta didiknya yang sehari-harinya telah akrab dengan teknologi digital. Guru yang menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran tentu sangat berpeluang mengantar peserta didik kepada pembelajaran yang menarik dan bermutu sehingga menjanjikan produk yang bermutu pula.
Kibaca juga: https://www.gemaliterasi.com/berita/267/tbm-an-nur-palajau-ajak-peserta-lokakarya-digitalisasi-obyek-pemajuan-kebudayaan-ke-obyek-budaya-di-kelara
Salah salah bentuk penguasaan teknologi yang penting dimiliki oleh guru adalah membuat koding atau coding. Di era digital seperti sekarang ini, kemampuan koding menjadi keterampilan yang amat penting dan bisa membuka peluang di berbagai bidang, antara lain di bidang pendidikan. Pentingnya membuat koding inilah yang mendorongn UPT SMKN 10 Jeneponto menyelenggarakan Workshop Pembuatan Media Ajar Berbasis Koding bagi guru dan staf Tata Usaha.
Worshop ini berlangsung pada Sabtu–Ahad, 30–31 Agustus 2025, UPT SMKN 10 Jeneponto dengan narasumber Risti Astuti Awaliyah, S.Pd. Worshop ini dibuka oleh Kepala UPT SMKN 10 Jeneponto, Yocang Mallombasi, S.Pd, M.Pd. Dalam sambutannya Yocang Mallombasi mengapresiasi guru-guru SMKN 10 Jeneponto yang menyelenggarakan worshop ini dan menegaskan pentingnya kegiatan worshop ini dalam menghadap era digital. "Worshop ini merupakan upaya nyata sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.", ungkapnya. "Kami berharap media ajar dan aplikasi administrasi yang dihasilkan dapat mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan pelayanan sekolah yang lebih efesien.", harapnya.
Sementara itu, narasumber selama 2 hari membekali peserta dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan digital, yaitu pembuatan berbagai aplikasi dan plaform web. Narasumber workshop, Risti Astuti Awaliyah, menilai para peserta memiliki potensi besar dalam mengembangkan media digital. “Guru dan staf di SMKN 10 Jeneponto sangat antusias. Dengan pendampingan yang tepat, produk-produk yang dihasilkan bisa menjadi model pemanfaatan teknologi pendidikan di sekolah lain.”, ungkapnya (31-8-2025). Salah seorang peserta, Nur Aliyah Syam, juga merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. “Kami memperoleh pengalaman baru dalam membuat media ajar berbasis koding. Hasilnya tidak hanya menambah kreativitas kami, tetapi juga bisa langsung digunakan dalam kelas,” ujarnya.
Dengan pendampingan saat praktek, workshop yang berlangsung dua hari ini melahirkan sejumlah karya inovatif. Dari sisi aplikasi, peserta berhasil menciptakan Layar Gambara, Hafalan Bahasa Inggrisku, SkinSmarina, PanritaCalc, dan Math Learning Applications. Sementara itu, untuk platform web, lahir AR Lontara Colour dan Surat Pesanan Barang. Semua produk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan langsung dalam proses pembelajaran maupun mendukung pengadministrasian di sekolah.
Dengan semangat inovasi, UPT SMKN 10 Jeneponto optimistis dapat memperkuat budaya digital di lingkungan sekolah serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jeneponto, khususnya di SMK yang terletak di Sapaloe, Kelurahan Timur, Kecamatan Kelara, Jeneponto. (Zub@ir).



