Jumat, 17 April 2026 | Gemaliterasi.Com

Abd. Majid Turuki, Pejuang Literasi Langka dari Buton Tengah

Rabu, 21 Agustus 2024 1510
Gemaliterasi.Com
Photo: Abd. Majid
Keluarga Abd. Majid Turuki, pounder TBM Cuilan Bhakti Kabupaten Buton TengahSulawesi Tenggara

Buton Tengah-Gemaliterasi.Com. Gerakan literasi membutuhkan pikiran dan tangan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap sosial, antara lain kepedulian terhadap minat baca masyarakat. Dari kepedulian itu lahir tekad untuk mengambil bagian dalam gerakan literasi. Tekad ini tentu lahir dari panggilan jiwa untuk semata-mata mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. 

Kepedulian literasi inilah yang dimiliki oleh seorang pegiat literasi Kabupaten Buton Tengah, Abd. Majid Turuki (44 thn). Keprihatinnya terhadap rendahnya minat baca masyarakat, membuat ayah dari 4 anak ini membagi perhatiannya dalam menjalankan tugas negara sebagai staf Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buton Tengah dan membangun minat baca masyarakat. 

Untuk mewujudkan tekad membangun literasinya, Pak Majid memanfaatkan sebagian rumahnya untuk mendirikan taman baca masyarakat di desanya, yaitu Desa Napa, Kecamatan Nawasangka, Buton Tengah, dan diberinya nama Taman Baca Cuilan Bhakti yang mulai beroperasi pada tahun 2021 dengan Izin Operasional dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Buton Tengah. Aktivitasnya tentu tidak jauh beda dengan pendiri taman baca lainnya, yang mengajak masyarakat membaca dan berjuang mengumpulkan bahan bacaan. 

Baca juga: abd-madjid-turuki-warga-kabupaten-buton-tengah-menempuh-100-km-demi-bertemu-sang-tokoh-literasi

Ditemui oleh Gemaliterasi.Com via nomor WA-nya, Abd. Majid Turuki mengungkapkan bahwa yang mendorong dirinya mendirikan taman baca adalah keprihatinan terhadap rendahnya minta baca masyarakat. "Saya prihatin melihat masyarakat terutama anak-anak malas membaca", ungkapnya (15-8-2024). Walau baru 1 taman baca di kabupatennye, namun Pak Majid tetap bersemangat dan bangga dengan taman bacanya. 

Taman baca Cuilan Bakti telah menjadi memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional, namun bahan bacaan di taman baca ini masih sangat minim dibanding dengan jumlah pembacanya. Tahun 2024 ini TBM Cuilan Bhakti Desa Napa belum tersentuh bantuan 1.000 buku sebagaimana yang telah dikucurkan oleh perpustakaan nasional kepada ribuat perpustakaan desa/TBM seluruh Indonesia. 

Baca juga: bachtiar-adnan-kusumamenggerakan-anak-anak-laut-di-napa-buton-tengah-membaca

Pak Majid selaku pounder Taman Baca Culilan Bakti berharap kepada Perpustakaan Nasional agar kiranya diajak pula bermitra sehingga bisa memperoleh bantuan bahan bacaan atau sarana lain yang diberikan Perpustakaan Nasional kepada komunitas penggerak literasi lainnya. 

Bakhtiar Adnan Kusuma, seorang tokoh literasi nasional yang tinggal di Makassar pernah berkunjung ke Taman Baca Cuilan Bhakti beberapa waktu yang lalu. Beliau mengapresiasi dan memberi semangat kepada Pak Majid selaku pejuang literasi yang masih langka di Provinsi Sulawesi Tenggara. Tokoh penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka ini berjanji akan memperjuangkan Taman Baca Cuilan Bhakti guna mendapatkan bantuan Motor pustaka agar gerakan literasi Pak Majid semakin luas. 

Selamat berjuang Pak Majid, yakinlah Pak bahwa Allah Maha Melihat kebaikan yang kita lakukan, dan sekecil apapun akan dibalas-Nya. Gemaliterasi.Com sangat salut dan bangga pada perjuangan Pak Majid dalam membangun literasi masyarakat Kabupaten Buton Tengah, khususnya Desa Napa. Semoga panjang umur, dan terus mengabdi di dunia literasi. (Els@h). 

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login