
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) telah mendapat amanah dari negara untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2024. Sebagai upaya dalam menjalankan amanah tersebut, maka sejak tahun 2019, Perpusnas RI menggalakkan program Transformasi Perpustakaan Bebasis Inklusi Sosial (TPBIS). Dengan program TPBIS ini, perpustakaan bukan lagi dikenal hanya sebagai tempat membaca, melainkan sebagai tempat untuk memberdayakan potensi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menyukseskan program TPBIS ini, maka Perpusnas RI menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, antara lain Perguruan Tinggi, Dinas Perpustakaan Provinsi/Kabupaten/Kota, Perpustakaan Desa/Kelurahan, dan Komunitas-Komunitas literasi. Kemitraan diwujudkan dengan pemberian batuan sarana dan pembinaan. Untuk memudahkan kegiatan pengawasan terhadap mitra-mitranya yang ada di daerah-daerah atau di desa-desa/kelurahan, maka Perpusnas RI memanfaatkan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) TPBIS.
Melalui aplikasi SIM-TPBIS ini, mitra-mitra menyampaikan laporan ke Perpustakaan dengan 4 informasi, yaitu Peningkatan Layanan Informasi, Kegiatan Pelibatan Masyarakat, Kegiatan Advokasi, Kegiatan Publikasi di media, dan jumlah pengunjung. Berdasarkan laporan inilah, pihak Perpusnas RI memberikan penilaian kinerja yang disebut Kriteria Performance Indikator (KPI). Nilai KPI dinyatakan dalam 3 warna, yaitu warna merah untuk perpustakaan yang nilai KPI-nya 0-30, warna kuning untuk nilai KPI 31-75, dan warna hijau untuk nilai KPI 76-100.
Perpustakaan An Nur Desa Palajau adalah salah satu mitra Program TPBIS Perpusnas RI.Perpustakaan ini aktif menginput data-data kegiatan sehari-hari pada SIM-TPBIS. Karena telah memenuhi seluruh kriteria SIM-TPBIS, maka Perpusnas RI memberi nilai 100 untuk KPI Perpustakaan Desa Palajau ini. Capaian 100 disampaikan oleh Tim Ahli TPBIS Provinsi Sulawesi Selatan, H. Nasaruddin, pada kegiatan Pear Learning Meeting (PLM) yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan secara daring.
Perpustakaan An Nur Desa Palajau adalah satu-satunya perpustakaan desa di Kabupaten Jeneponto yang telah menyala hijau. Sebelumnya, pada PLM Provinsi tahun 2024 yang lalu, untuk pertama kalinya, nilai KPI Perpustakaan An Nur mencapai 100. Sebagai apresiasi atas capaian KPI 100 ini, maka Perpusnas RI memberikan bantuan sarana perpustakaanj digital berupa Tugu Titik Baca. Perpustakaan An Nur adalah satu-satunya perpustakaan di Kabupaten Jeneponto yang memiliki Tugu Titik Baca.
Selaku pembina Perpustakaan An Nur Desa Palajau, Sahabuddin menyambut gembira dan bangga atas capai KPI yang bertahan pada angka 100."Ini adalah suatu kebanggaan bagi kami, dan menjadi penambah semangat bagi kami dalam berkegiatan dan senantiasa mengisi SIM-TPBIS.", ungkapnya. "Mudah-mudahan seperti tahu yang lalu, capaian KPI 100 ini mendapat apresiasi dari Perpusnas RI entah bagaimana bentuknya.", harapnya.
Selain itu, PLM Tingkat Provinsi menyampaikan pula 10 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten/Kota dengan nilai KPI Tertinggi. Kesepuluh tersebut adalah Kabupaten Maros (96), Kabupaten Sinjai, Kabupaten Jeneponto (93), Kabupaten Pangkep (93), Kabupaten Luwu Utara (89,75), Kabupaten Enrekang (89,25), Kabupaten Luwu Timur (83,5), Kabupaten Bulukumba (83), Kabupaten Soppeng (82), dan Kabupaten Bone (76,75). (Els@h).




