
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) telah bertransformasi sebagai perpustakaan yang berbasis inklusi sosial yang menjadikan perpustakaan lebih dari sekadar tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Tujuannya adalah mengubah perpustakaan menjadi tempat yang inklusif, mendukung kreativitas, dan memeberikan solusi bagi permasalahan masyarakat dengan berbagai pelatihan keterampilan dan pemanfaatan teknologi.
Untuk mewujudkan transformasi ini, maka Perpusnas RI menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, antara lain Dinas Perpustakaan Provinsi, Dinas Perpustakaan Kabupaten, Perpustakaan Desa/Kelurahan, dan perpustakaan komunitas/masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Jeneponto adalah salah satu mitra program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Perpusnas RI yang beberapa tahun terakhir ini telah aktif menjalankan program TPBIS.
Dengan program TPBIS, kini Dispusip Jeneponto bukan lagi lembaga yang hanya bertugas mengurusi buku-buku untuk dibaca oleh pemustaka, melainkan telah bertransformasi menjadi menjadi perpustakaan yang memberdayakan potensi masyarakat, ikut memikirkan dan memberi solusi atas permasalahan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain meningkatkan budaya gemar membaca, dan melakukan berbagai bentuk pelatihan.
Dengan dukungan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, Dispusip Jeneponto semakin mampu menyapa dan merangkul masyarakat Turatea untuk turut serta dalam kegiatan inklusi sosial, dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan program TPBIS-nya, wajah Dispusip Jeneponto sebagai pilot proyek Gerakan Literasi Turatea (Geliat) semakin nampak di mata masyarakat. Sebagai warga Turatea yang setiap hari mengikuti jejak Dispusip Jeneponto, penulis telah menyebutkan dalam sebuah bincang literasi bahwa dengan adanya DAK Non Fisik Dispusip Jeneponto bukan lagi sebuah mesin yang kering bahan bakar, akan tetapi, telah mesin yang aktif bergerak dan menggerakkan literasi masyarakat Jeneponto.
Dalam 2 tahun terakhir ini (2024 dan 2025), Dispusip Jeneponto aktif menampakkan wajahnya yang telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, pembelajaran sepanjang hayat, dan menjadi ruang bagi berbagai kelompok untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang mereka sesuai kebutuhan. Puncaknya adalah diselenggarakannya Festival Literasi pada tanggal 12-14 Nopember 2025. Melalui festival literasi ini, Dispusip Jeneponto semakin luas menyapa dan merangkul masyarakat Jeneponto. Diharapkan fetival literasi 2025 terulang pada tahun 2026 dan seterusnya.
Sebelum pelaksanaan Festival Literasi, dengan memanfaatkan DAK Non Fisik, Dispusip Jeneponto telah melakukan berbagai kegiatan inklusi sosial, antara lain Bimtek Membaca Nyaring pada 15-17 April 2025, Lokakarya Literasi Digital pada 21 April 2025, Lomba Bertutur Tingkat SD/MI pada 23-24 April 2025, dan kegiatan Bedah Buku pada 29-30 April 2025.
Bulan Mei 2025, Dispusip Jeneponto melanjutkan kegiatannya dengan menggelar Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan yang dimulai dengan Pertemuan Juknis Lomba pada 8 Mei 2025, dan dilanjutkan dengan Tecnical Meeting Lomba Perpustakaan pada 20 Mei 2025. Di bulan yang sama, pada tanggal 28 Dispusip menggelar Bimtek Literasi Informasi Angkatan II. Pada 12-13 Juni tahapan lomba perpustakaan desa/kelurahan dilanjutkan, yaitu visitasi 6 finalis untuk menentukan peringkat juara. Tahapan lomba perpustakaan ini berakhir setelah penyerahan hadiah lomba pada 7 Juli 2025.
Di bulan Juli 2025, Dispusip Jeneponto kembali menggelar lomba, yang dimulai dengan Pembekalan Lomba Video Konten Kreator pada 8 Juli 2025, lalu lanjut kegiatan Bimtek Literasi Informasi bagi para pustakawan, guru, dan pegiat literasi pada 10 Juli 2025, Mulai 17 sampai 28 Juli 2025 mengadakan Sosialisasi Kegemaran Membaca bersama Duta Baca Jeneponto di kecamatan-kecamatan. Pada 21-22 Agustus 2025 diadakan Pelatihan Keterampilan Berbahan Daun Lontar. Pada 26-27 Agustus diadakan Pelatihan Pembuatan Bonsai dan Bahan Limbah. Dan pada 28 Agustus 2025 diadakan Pembekalan Lomba Pembuatan Resensi Buku.
Kegiatan inklusi sosial lanjut ke Bulan September 2025. Pada 11 September 2025, Dispusip Jeneponto menggelar Bimtek Kepenulisan Konten Budaya Lokal Jeneponto yang diikuti oleh para pegiat literasi dan pegiat budaya Jeneponto. Kegiatan literasi budaya lainnya di bulan ini adalah Rapat Koordinasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno yang dilaksanakan pada 23 September 2025 yang diikuti oleh beberapa warga pemilik naskah kuno.
Di Bulan Oktober 2025, Dispusip Jeneponto menyelenggarakan Lomba Perpustakaan Sekolah pada 3 jenjang lembaga pendidikan, yaitu tingkat SD/MI, tingkat SMP/MTs, dan Tingkat SMA/MA/SMK. Lomba ini dimulai dengan Tecnical Meeting pada tanggal 7-9 Oktober 2025 yang diikuti oleh para pengelola perpustakaan yang terdaftar sebagai peserta lomba. Tahap visitasi bagi para finalis lomba perpustakaan sekolah dilaksanakan pada 27-29 Oktober 2025. Bulan ini ditutup dengan kegiatan Pelatihan Pembuatan Bonsai pada tanggal 30-31 Oktober 2025.
Nopember 2025 adalah puncak kegiatan inklusi sosial Dispusip Jeneponto. Pada bulan ini, Dispusip Jeneponto menyelenggarakan beberapa kegiatan, yaitu kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada 5 Nopember 2025 yang diikuti oleh para pengelola perpustakaan desa/TBM Penerima Bantuan Buku Bermutu Tahun 2024 dan 2025. Kegiatan ini berlanjut pada kegiatan Strategi pengembangan perpustakaan - Teknologi Informasi Komunikasi (SPP - TIK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 6-8 November 2025 di Hotel Sari Kalukuang. Kegiatan Pendataan Perpustakaan Sekolah, Umum, dan Khusus dilaksanakan pada 7 Nopember 2025.
Puncak kegiatan TPBIS Dispusip Jeneponto adalah Festival Literasi yang dilaksanakan pada 12-14 Nopember 2025, yang menampilkan beberapa kegiatan keliterasian, yaitu Jalan Santai Literasi pada 12 Nopember 2025. Di hari yang sama dilaksanakan pula Lomba Mewarnai Gambar bagi anak TK, Lomba menggambar bagi pelajar SD/MI dan lounching/beda buku. Lomba desain Grafis, Wicara Literasi dan Pentas Seni dilaksanakan pada 13 Nopember 2025. Pameran Produk Literasi dilaksanakan pada 12-14 Nopember 2025. Di hari terakhir dilaksanakan pula Sosialisasi Digitalisasi Naskah Kuno dan proses digitalisasi beberapa naskah kuno milik warga Jeneponto. Festival Literasi Jeneponto 2025 ditutup pada Jimat, 14 Nopember 2025.
Rangkuman kegiatan TPBIS Dispusip Jeneponto di atas, memberi gambaran bahwa sepanjang tahun 2025 Dispusip Jeneponto extra sibuk, karena bukan hanya fokus melakukan kegiatan TPBIS, tetapi aktif pula melakukan tugas lainnya, seperti ke lapangan melakukan pendataan dan pembinaan perpustakaan, mengikuti rapat di kantor-kantor desa/kelurahan, Rancangan Perda, membina dan mendampingi perpustakaan desa yang mewakili lomba perpustakaan tingkat provinsi, melakukan rapat koordinasi dan berbagai layanan bagi pemustaka. Namun demikian, Dispusip Jeneponto sebagai Pilot Geliat tidak menampakkan kelelahannya.
DAK Non Fisik bagaikan bahan bakar bagi mesin Dispusip Jeneponto sehingga bergerak dan menggerakkan literasi masyarakat, semakin dekat dengan masyarakat Jeneponto, semakin erat merangkul perpustakaan dan komunitas literasi. Sebagai pegiat literasi, penulis berharap agar Dispusip Jeneponto selama memperoleh jatah DAK Non-Fisik, sehingga mesin literasi Dispusip Jeneponto tetap menyala, bergerak kencang, dan lembaga-lembaga literasi yang menjadi binaannya ikut memperoleh manfaat, minat dan daya literasi masyarakat Jeneponto tumbuh dan berkembang demi terwujudnya Jeneponto Bahagia. (Els@h).




