
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Salah salah strategi yang ditempuh seseorang atau oragnisasi untuk memajukan organisasi atau komunitasnya adalah belajar pada kesuksesan orang lain. Strategi inilah yang ditempuh oleh komunitas Rumah Baca Appakase're yang terletak di Ganrang Batu, Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea. Komunitas literasi yang awalnya hanya berbentuk Taman Pendidikan Al-Qur'an ini, oleh poundernya, Kaharuddin, S.Pd, Gr dilebarkan sayapkan menjadi komunitas literasi.
Untuk menambah pengetahuan dalam mengelola komunitas literasi, maka Kaharuddin mengajak para pengelola Rumah Baca Appakase're untuk berkunjung ke TBM An Nur yang terletak di Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke. Tujuan kunjungan ini tentunya adalah untuk mengamati, meniru, dan nantinya bisa dimodifikasi di Rumah Baca Appakase're, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi lingkungan Rumah Baca Appaka Se're.
Kunjungan Study Tiru ini diterima langsung oleh pounder TBM An Nur Palajau, Sahabuddin bersama bendahara TBM, Suarni, S.Pd. Dalam kunjungan ini, pounder TBM An Palajau menyampaikan ucapan selamat datang dan mengapresiasi para pengelola Rumah Baca Appakase're yang telah meluangkan waktunya untuk study tiru. Kegiatan study tiru ini adalah bukti keseriusan para pengelola komunitas literasi untuk maju.
Rumah Baca Appakase're Kayuloe Timur memiliki banyak peluang untuk maju, antara lain poundernya berlatar belakang sarjana pendidikan yang tentunya memiliki dasar-dasar keliterasian, memiliki beberapa pengelola yang masih muda, memiliki gedung dan lingkungan yang nyaman, memiliki bamyak anggota yang aktif, dan mendapat dukungan sepenuhnya dari Perusahaan PLTB Tolo. Peluang yang besar ini bila mendapat sentuhan manajemen dan kolaborasi bisa mengantar Rumah Baca Appakase're menjadi komunitas penggerak literasi yang paling maju di Bumi Turatea ini.
Kepada para pengelola Rumah Baca Appakase're, pounder TBM An Nur Palajau memperlihatkan beberapa administrasi yang menjadi bukti fisik manajemen TBM An Nur, dan menyapaikan beberapa kiat untuk memajukan komunitas literasi. Kiat-kiat tersebut, antara lain:
1. Tertibkan administrasi komunitas, dan mengarahkan Rumah Baca Appaka Se're untuk menginstal dan menggunakan aplikasi Otomasi Perpustaan Inlislite.
2. Perbanyak kegiatan-kegiatan inklusi sosial, yaitu kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat selain membaca dan meminjamkan buku, seperti pelatihan keterampilan, bincang-bincang literasi, pengajian, dan sebagainya.
3. Aktif melakukan advokasi, yaitu mencari dukungan masyarakat atau lembaga-lembaga, baik berupa dukungan dana kegiatan, dukungan mitra kerja sama, maupun dukungan berupa bahan bacaan dan sarana perpustakaan lainnya. Semakin banyak mitra atau pendukung maka semakin besar peluang untuk maju.
4. Rajin mempublikasikan kegiatan-kegiatan komunitas, baik melalui facebook, youtobe, dan media sosial lainnya. Dari publikasi inilah masyarakat bisa melihat hidup dan aktifnya komunitas dan kelayakan diberi bantuan.
Pada pertemuan ini, TBM An Nur Palajau mengajak Rumah Baca Appakase're untuk menjalin kerja sama atau membentuk forum kerja yang nantinya bisa bersama-sama untuk berbagi informasi, mempubliaksi kegiatan, dan bersama-sama melakukan kegiatan keliterasian. Pounder Rumah baca Appakase're merespon positif ajakan kerja sama ini. Dan sebagai wujud dukungan pada Rumah Baca Appakase're, TBM An Nur Palajau berbagi sedikit buku dan majalah kepada Rumah Baca Appakase're. (Els@h).




