Sabtu, 6 Juni 2026 | Gemaliterasi.Com

Majukan Budaya Turatea, Dispusip Jeneponto Gelar Pelatihan Penulisan Konten Budaya Lokal

Jumat, 12 September 2025 626
Gemaliterasi.Com
Nurwahidin
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto Membuka Bimtek Kepenulisan Konten Budaya Lokal

Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Kebudayaan dan peradaban adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Majunya peradaban suatu masyarakat atau bangsa didorong oleh majunya kebudayaan masyarakat atau bangsa tersebut. Oleh karena itu, bila ingin memajukan peradaban suatu masyarakat maka majukanlah kebudayaannya. Salah satu faktor pendukung majunya kebudayaan suatu masyarakat adalah dekatnya masyarakat kebudayaannya melalui pengenalan dan aktivitas pemajuan kebudayaan, salah satunya adalah banyaknya referensi-referensi budaya yang mengenalkan budaya pada masyarakat atau generasinya, sehingga regenerasi budaya tidak terputus. 

Kibacai pole: https://www.gemaliterasi.com/berita/284/dukung-pemajuan-kebudayaan-tbm-an-nur-palajau-jeneponto-dirikan-museum-mini-budaya-turatea

Menyadari masih kurangnya buku-buku konten budaya lokal di Kabupaten Jeneponto, mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto melakukan suatu kegiatan yang bisa melahirkan penulis-penulis lokal yang nantinya bisa menulis budaya atau kearifan lokal untuk memperkaya koleksi buku-buku konten budaya lokal di Kabupaten Jeneponto. Kegiatan yang dimaksud adalah Bimbingan Teknik (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. 

Bimtek yang berlangsung pada Kamis (11-9-2025) di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jeneponto diikuti oleh 60 peserta dari kalangan pegiat literasi, pegiat budaya, dan tenaga pendidik. Dalam laporannya, Hj.Syahru Rahmadhani, ST,M.AP selaku Ketua Panitia bahwa latar belakang diadakannya Bimtek ini adalah masih kurangnya ditemukan naskah-naskah kuno dalam masyarakat Kabupaten Jeneponto. "Perpusnas memiliki program mengumpulkan naskah kuno, dan sayangnya tidak ditemukan satupun naskah kuno di Jeneponto. Sekarang kami masih proses penelusuran naskah kuno. Hal ini menjadi latar belakang diadakannya bimtek agar ke depan lahir penulis-penulis hebat yang bisa mendokumentasikan budaya-budaya lokal.", ungkapnya. (11-9-2025). 

Kibacai pole: https://www.gemaliterasi.com/berita/278/lokakarya-tbm-an-nur-palajau-hasilkan-11-video-dokumenter-budaya-turatea-untuk-masyarakat-jeneponto

Sementara itu, Kepala Dispusip Kabupaten Jeneponto, H. Nur Alim, SE, MA dalam sambutannya saat membuka kegiatan Bimtek ini menyampaikan apresiasinya pada panitia dan pada peserta yang menyempatkan waktunya untuk mengikuti kegiatan Bimtek ini, dan menyampaikan harapannya agar Bimtek ini menghasilkan kumpulan tulisan dari 60 peserta yang nantinya akan dibukukan dan disimpan di perpustakaan daerah dan nasional. "Peserta bimtek ada 60 orang, diharapkan setiap orang menelurkan satu karya tulisan berbasis konten budaya lokal. Sehingga pada akhirnya buku tersebut memuat minimal 60 tulisan berbasis konten budaya yang bisa diakses oleh masyarakat. Bukan hanya masyarakat Jeneponto, tapi juga secara luas yang berkunjung di Perpustakaan Nasional.", harapnya. 

Bimtek ini menghadirkan 2 narasumber yang berpengalaman dalam menulis buku konten budaya lokal, yaitu Bachtiar Adnan Kusumah, S.Sos, MM, seorang tokoh literasi dan penulis buku nasional, dan Surahmat Tiro, SE, MA. Para peserta sangat antusias mengikuti Bimtek ini, karena selain memperoleh asupan ilmu dan bekal keterampilan menulis, pula disogohi uang saku dan beberapa cendera mata dari Dispusip Jeneponto.

Sahabuddin, seorang tokoh pemerhati budaya Kabupaten Jeneponto menyambut gembira dilaksanakannya Bimtek Kepenulisan Konten Budaya Lokal ini karena kelak bisa melahirkan penulis-penulis budaya Turatea. "Selaku pemerhati budaya dan penulis buku konten budaya Turatea, saya mengapresiasi Dinas Perpustakaan Jeneponto yang berkenan menggelar bimbingan kepenulisan konten budaya lokal Turatea yang masih jarang dilakukan.", ungkap pounder TBM An Nur Palajau ini. "Harapan saya, semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan dikembangkan ke Penulisan Buku Konten Budaya Lokal, dan berharap pula kegiatan seperti ini bukan hanya dilakukan oleh Dinas Perpustakaan, tetapi juga dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku pembina budaya Kabupaten Jeneponto.",harapnya. (Els@h). 

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login