Sabtu, 6 Juni 2026 | Gemaliterasi.Com

Enam Tahun TBM An Nur Palajau Membangun Literasi Budaya

Rabu, 3 Juni 2026 27
Gemaliterasi.Com

Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Memasuki usia enam tahun, TBM An Nur Palajau terus memperkuat perannya sebagai komunitas literasi yang tidak hanya fokus pada layanan perpustakaan, tetapi juga aktif dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan lokal. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan komitmen lembaga ini untuk membangun masyarakat yang cerdas, beriman, berbudaya, dan berakhlak mulia.

Sejak didirikan, TBM An Nur Palajau mengembangkan layanan yang beragam. Selain layanan perpustakaan, komunitas ini juga menjalankan Sanggar Budaya, Kajian Islam, Penerbitan, serta Bimbingan Belajar bagi masyarakat. Seluruh layanan tersebut merupakan implementasi dari visi lembaga, yaitu “Menciptakan masyarakat yang literat, beriman, berbudaya, dan berakhlak mulia.”

Di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang semakin cepat, TBM An Nur memandang bahwa literasi dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Literasi menjadi sarana memahami dan mengembangkan pengetahuan, sementara kebudayaan menjadi identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang pelestarian budaya lokal, TBM An Nur Palajau telah melaksanakan berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan. Salah satu aktivitas yang rutin dilakukan adalah kajian budaya lokal untuk menggali, mendokumentasikan, dan memahami berbagai warisan budaya masyarakat Turatea yang masih hidup di tengah masyarakat.

Selain melakukan kajian, pengelola juga aktif menulis dan menerbitkan berbagai buku yang memuat konten budaya lokal. Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan yang sebelumnya hanya diwariskan secara lisan dapat terdokumentasikan dalam bentuk tulisan sehingga lebih mudah dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda.

Upaya pelestarian budaya juga dilakukan melalui kegiatan dokumentasi dan publikasi budaya lokal. Berbagai tradisi, kesenian, kuliner, permainan rakyat, hingga pengetahuan tradisional didokumentasikan dan dipublikasikan melalui buku, media sosial, maupun berbagai media informasi lainnya.

TBM An Nur juga secara aktif menyelenggarakan pelatihan budaya sebagai sarana transfer pengetahuan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini bertujuan agar nilai-nilai budaya lokal tidak hilang ditelan zaman, tetapi tetap hidup dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Komitmen terhadap pemajuan kebudayaan juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam proses pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Salah satu kontribusi yang telah dilakukan adalah ikut serta dalam proses pengusulan WBTB Gantalak Jarang sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Kabupaten Jeneponto.

Tidak hanya itu, TBM An Nur Palajau juga membangun Museum Mini Budaya Turatea yang berfungsi sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Museum mini tersebut menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan kehidupan, tradisi, dan budaya masyarakat Turatea sehingga dapat menjadi media pembelajaran bagi pengunjung.

Dedikasi dalam bidang kebudayaan mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Pada tahun 2023, TBM An Nur Palajau memperoleh Dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan untuk produksi film dokumenter Attannung Tope, sebuah karya yang mendokumentasikan tradisi menenun khas masyarakat Turatea. Film tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Selanjutnya pada tahun 2025, TBM An Nur kembali memperoleh Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX melalui kegiatan Lokakarya Digitalisasi Objek Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendokumentasikan dan mengarsipkan berbagai objek pemajuan kebudayaan menggunakan teknologi digital.

Pengelola TBM An Nur Palajau menegaskan bahwa memasuki usia keenam tahun, lembaga ini akan terus memperkuat perannya sebagai komunitas literasi dan budaya. “Kami berkomitmen menjadikan TBM An Nur sebagai komunitas yang aktif dalam kegiatan pemajuan kebudayaan di Kabupaten Jeneponto. Ke depan kami ingin terus menghasilkan karya-karya budaya berupa buku-buku konten lokal, dokumentasi budaya, serta berkontribusi dalam pengusulan Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Jeneponto,” ujarnya. Dengan semangat tersebut, TBM An Nur Palajau berharap dapat terus menjadi ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang pelestarian budaya bagi masyarakat.

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login