Sabtu, 6 Juni 2026 | Gemaliterasi.Com

Lenny Marliani, Sosok Kepala Desa Pelopor Gerakan Literasi Desa Penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka

Kamis, 7 November 2024 1002
Gemaliterasi.Com
Dokumen Lenny
Lenny Marliani Usai Menerima Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka di Jakarta

Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Kepala Desa (Datin Rio: Jambi) adalah sosok pemimpin yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan ujung tombak pembangunan daerah. Maka alangkah idealnya bila sosok yang dekat dengan masyarakat ini memiliki pemikiran dan aksi-aksi yang dapat bergerak dan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun desanya. 

Sosok pemimpin seperti inilah yang dimiliki oleh Datin Rio atau Kepala Desa Dusun Porwo Bakti, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, yang memiliki kemampuan bergerak dan menggerakkan literasi masyarakat di desanya. Gerakannya dalam menggerakkan literasi masyarakat Desa Dusun Purwo Bakti membuatnya dinobatkan oleh Perpustakaan Nasional sebagai tokoh Penggerak Literasi Desa yang pada malam Gemilang Perpustakaan Nasional tanggal 20 September 2024 yang lalu diberi Nugra Jasa Dharma Pustaloka (NJDP), penghargaan tertinggi untuk masyarakat yang memiliki jasa yang besar di bidang keliterasian. 

Kipra Ibu Lenny Marliani dalam menggerakkan literasi masyarakat tentu tergolong langka. Kalaupun ada kepala desa lain yang peduli terhadap gerakan literasi maka tentu hitungannya amatlah sedikit. Jejak langkah Bu Desa ini tentu patut diteladani oleh kepala desa lain di Bumi Nusantara ini. Untuk itu Gemaliterasi.Com menyempatkan waktu meminta Bu Lenny berbagi pengalaman dalam menggerakkan literasi masyarakat sampai menerima NJDP dari Perpustakaan Nasional. 
Setelah dilantik menjadi Datin Rio (kepala desa), Lenny Marliani mulai melakukan upaya menggerakkan warganya dalam membangun desa, antara lain melalui gerakan literasi. Disadarinya bahwa dengan gerakan literasi, masyarakat bisa cerdas, memiliki keterampilan, dan meningkatkan kesejahteraannya. Untuk menggerakkan literasi masyarakat desa, maka langkah pertama yang diambil Ibu Marliani adalah menghidupkan kembali perpustakaan desa. Sisa-sisa perpustakaan desa peninggalan kepada desa sebelumnya diambilnya dari rumah salah seorang mantan aparat desa. Sebagai modal dalam menggerakkan literasi desa, maka Ibu Datin Rio ini mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat. Dari bimtek ini, Marliani memperoleh pengetahuan tentang bagaimana mengelola perpustakaan desa. 

Untuk menggerakkan literasi masyarakat Desa Dusun Porwo Bakti, Bu Lenny Marlina melakukan 3 hal, yaitu:

1. Menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat. Untuk mewujudnya maka perpustakaan desa ditata sehingga menarik bagi masyarakat berbagai usia, antara lain dilengkapi taman bermain bagi anak-anak, dijadikan tempat pelaksanaan penyuluhan, dan kegiatan perkumpulan bagi ibu-ibu.

2. Meningkatkan layanan, antara perpustakaan desa menjadi tempat bimbingan membaca, menulis dan menghitung, ambulans desa dipakai untuk mengantar jemput anak-anak yang berkunjung ke perpustakaan desa.

3. Meningkatkan sumber daya pengelola perpustakaan, antara lain mengikutkan pelatihan perpustakaan, dan memberi honor bagi para pengelola perpustakaan dan instruktur pelatihan. 

Disadari bahwa perpustakaan desa tak akan bisa hidup berkembang tanpa adanya dukungan dana dari pemerintah desa, maka Datin Rio Dusun Purwo Bakti ini mengalokasi dana desa untuk perpustakaan desanya sebesar yang diamanahkan oleh Undang-Undang, yaitu 5 % (lebih Rp 60 juta). "Anggaran desa sebesar lebih 60 juta untuk perpustakaan desa, antara lain untuk honor pengelola, internet, inovasi perpustakaan, sopir antar jemput pengunjung, dana untuk lomba, honor untuk guru les, pelatihan untuk masyarakat, perjalanan dinas pengelola", papar Bu Lenny. 

Baca pula: https://www.gemaliterasi.com/berita/188/pounder-tbm-an-nur-jeneponto-yang-lumpuh-terpilih-menerima-nugra-jasa-dharma-pustaloka-dari-perpustakaan-nasional

Bu Lenny tidak ragu memberi dana sebesar itu untuk perpustakaan desanya, karena selain diamanahkan oleh Undang-Undang, juga diyakini bahwa perpustakaan desa memegang peran yang besar dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan membangun SDM adalah investasi yang besar untuk kemajuan desa di masa yang akan datang. Bu Lenny bukan hanya menyediakan anggaran untuk gerakan literasi desanya, melainkan terjung langsung ke masyarakat untuk mendorong warganya membaca, dan membimbing anak-anak membaca, menulis dan berhitung di perpustakaan desa. Lenny Marliany adalah sosok pemimpin masa depan yang diharapkan prestasinya dapat ditularkan kepada kepala desa lainnya di seluruh Indonesia. (Els@h). 

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login