
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Kepala Desa (Datin Rio: Jambi) adalah sosok pemimpin yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan ujung tombak pembangunan daerah. Maka alangkah idealnya bila sosok yang dekat dengan masyarakat ini memiliki pemikiran dan aksi-aksi yang dapat bergerak dan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun desanya.
Sosok pemimpin seperti inilah yang dimiliki oleh Datin Rio atau Kepala Desa Dusun Porwo Bakti, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, yang memiliki kemampuan bergerak dan menggerakkan literasi masyarakat di desanya. Gerakannya dalam menggerakkan literasi masyarakat Desa Dusun Purwo Bakti membuatnya dinobatkan oleh Perpustakaan Nasional sebagai tokoh Penggerak Literasi Desa yang pada malam Gemilang Perpustakaan Nasional tanggal 20 September 2024 yang lalu diberi Nugra Jasa Dharma Pustaloka (NJDP), penghargaan tertinggi untuk masyarakat yang memiliki jasa yang besar di bidang keliterasian.
Untuk menggerakkan literasi masyarakat Desa Dusun Porwo Bakti, Bu Lenny Marlina melakukan 3 hal, yaitu:
1. Menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat. Untuk mewujudnya maka perpustakaan desa ditata sehingga menarik bagi masyarakat berbagai usia, antara lain dilengkapi taman bermain bagi anak-anak, dijadikan tempat pelaksanaan penyuluhan, dan kegiatan perkumpulan bagi ibu-ibu.
2. Meningkatkan layanan, antara perpustakaan desa menjadi tempat bimbingan membaca, menulis dan menghitung, ambulans desa dipakai untuk mengantar jemput anak-anak yang berkunjung ke perpustakaan desa.
3. Meningkatkan sumber daya pengelola perpustakaan, antara lain mengikutkan pelatihan perpustakaan, dan memberi honor bagi para pengelola perpustakaan dan instruktur pelatihan.
Disadari bahwa perpustakaan desa tak akan bisa hidup berkembang tanpa adanya dukungan dana dari pemerintah desa, maka Datin Rio Dusun Purwo Bakti ini mengalokasi dana desa untuk perpustakaan desanya sebesar yang diamanahkan oleh Undang-Undang, yaitu 5 % (lebih Rp 60 juta). "Anggaran desa sebesar lebih 60 juta untuk perpustakaan desa, antara lain untuk honor pengelola, internet, inovasi perpustakaan, sopir antar jemput pengunjung, dana untuk lomba, honor untuk guru les, pelatihan untuk masyarakat, perjalanan dinas pengelola", papar Bu Lenny.
Bu Lenny tidak ragu memberi dana sebesar itu untuk perpustakaan desanya, karena selain diamanahkan oleh Undang-Undang, juga diyakini bahwa perpustakaan desa memegang peran yang besar dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan membangun SDM adalah investasi yang besar untuk kemajuan desa di masa yang akan datang. Bu Lenny bukan hanya menyediakan anggaran untuk gerakan literasi desanya, melainkan terjung langsung ke masyarakat untuk mendorong warganya membaca, dan membimbing anak-anak membaca, menulis dan berhitung di perpustakaan desa. Lenny Marliany adalah sosok pemimpin masa depan yang diharapkan prestasinya dapat ditularkan kepada kepala desa lainnya di seluruh Indonesia. (Els@h).



