Sabtu, 6 Juni 2026 | Gemaliterasi.Com

Luar Biasa, Tanpa Dana Desa, Perpustakaan Desa Palajau Raih Juara Harapan III Tingkat Provinsi

Kamis, 31 Juli 2025 435
Gemaliterasi.Com
Dispusip Jeneponto
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto Serahkan Hadiah ke Pengelola Perpustakaan Desa Palajau

Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan baru telah mengirim hasil Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi. Dalam Berita Acara Nomor: 041.16/1763/DISPUS_ARSIP ditetapkan 6 pemenang lomba, yaitu Juara I Perpustakaan Mandiri, Desa Bocu, Kabupaten Bone; Juara II Perpustakaan Macakka, Desa Tellolippoe, Kabupaten Suppeng; Juara III Perpustakaan Mapajange, Desa Sukamaju, Kabupaten Sinjai; Juara Harapan 1 Perpustakaan Holistik Salassa, Desa Pasui Kabupaten Enrekang; Juara Harapan II Perpustakaan Appakabajik, Desa Salenrang, Kabupaten Maros; dan Perpustakaan An Nur, Desa Palajau, Kabupaten Jeneponto.

Walau hanya berada di peringkat 6 dari 24 utusan kabupaten/kota, namun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Jeneponto menyambut haru atas prestasi ini dan mengucapkan selamat kepada pengelola Perpustakaan An Nur Palajau, yang selama ini giat berjuang membangun literasi masyarakat Jeneponto khususnya masyarakat Desa Palajau, walau pengelolanya adalah seorang warga disabilitas. Dispusip Jeneponto paham betul bagaimana perjuangan Perpustakaan An Nur dalam membesarkan perpustakaan desanya ini dan masalah-masalah yang dihadapinya. 

Pengelola Perpustakaan An Nur Desa Palajau menyambut gembira dan bangga atas capaian ini. Kepada Dispusip Jeneponto, Pengelola Perpustakaan An Nur menyampaikan terima kasih atas pendampingannya selama ini, baik waktu mengikuti lomba tingkat kabupaten, maupun saat mengikuti lomba tingkat provinsi. Dengan mata berkaca-kaca, Sahabuddin, S.Pd selaku pendiri dan pengelola Perpustakaan An Nur menyampaikan permohonan maafnya kepada kepada Dispusip Jeneponto karena tidak mampu mewujudkan harapan untuk mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat nasional. 

Penilian lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Perpustakaan An Nur Palajau dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2025, yang dilakukan oleh 3 penilai dari provinsi, yaitu Nilma, SE,MM (Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel); Amaluddin Zaina, S.Sos, M.Hum (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Sulsel), dan Muhammad Yusuf Manne, SE, M.Si (Pustakawan UNM). Dari visitasi ini terungkap bahwa Perpustakaan An Nur Palajau yang selama ini berjuang membangun literasi masyarakat Desa Palajau tidak mendapat anggaran dari pemerintah Desa Palajau, sehingga nilai sebagai perpustakaan desa kurang, dibanding dengan finalis lainnya yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah desanya.

“Perpustakaanta, Pak, sangat luar biasa, tapi sayang sekali Pak tidak ada sedikit pun anggaran dari dana desata, andaikan ada walau hanya 5 juta saja, maka bisa dipertanggungjawabkan sebagai perpustakaan desa. Kalau begini, walau kita sembunyikan bagaimana, tetap ketahuan bahwa perpustakaanta bukan perpustakaan desa, melainkan perpustakaan masyarakat atau TBM”, ungkap Nilma, Ketua Tim Penilai pada pengelola Perpustakaan An Nur.

“Ketidakhadiran pemerintah desata di tempat ini lagi bukti nyata, Pak bahwa perpustakaanta tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Desa, karena jangankan kepala desa, sekretaris desanya saja tidak hadir di momen yang sangat penting ini”, tambah Bu Nilma.

“Gini, Pak, Kita ini lebih cocoknya mengikuti lomba perpustakaan masyarakat saja, kami sangat mendukung bila bika Kita ikut lomba TBM dan langsung tingkat nasional, nanti kami kirimkan link pendaftarannya”, saran Bu Nilma. Kepada Tim Penilai, Pengelola Perpustakaan An Nur mengaku tidak tau alasannya mengapa Pemerintah Desa Palajau tidak bersedia memberikan anggaran kepada Perpustakaan An Nur yang sejak tahun 2022 beralih menjadi Perpustakaan Desa Palajau, yang sebelumnya adalah perpustakaan masyarakat.

“Tapi sangat luar biasa ini Perpustakaan An Nur bisa maju dan menjadi Perpustakaan Terbaik tingkat kabupaten tanpa asupan dana dari pemerintah desa”, imbuh Bu Nilma. Apresiasi yang sama diberikan pula oleh 2 penilai lainnya, tapi lagi-lagi mengatakan sayang sekali tidak bisa dibuktikan bahwa Perpustakaan An Nur sebagai perpustakaan desa, karena tidak adanya anggaran dana desa padahal masa perjuangannya telah lima tahun.

Walau tidak mendapat anggaran desa, namun kepada Tim Penilai, Pounder TBM An Nur Palajau berjanji akan tetap berjuang membangun literasi masyarakat walau nantinya tidak akan mengelola lagi perpustakaan desa, melainkan akan fokus mengelola TBM saja. Tanpa dana desapun, TBM An Nur Palajau bisa hidup dan bisa mengelola anggaran 60 juta setahun yang dananya dari hasil advokasi. (Els@h). 

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login