
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. TBM An Nur Palajau adalah taman baca yang aktif melakukan kegiatan pemajuan kebudayaan daerah Jeneponto, baik dalam bentuk kajian budaya, menulis buku konten budaya, maupun kegiatan-kegiatan pemajuan kebudayaan daerah seperti pembuatan film dokumenter, pelatihan, dan sebagainya.
Tahun 2025 ini, TBM An Nur
Palajau mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat melalui Fasilitasi Pemajuan
Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX (BPK Wil XIXX) untuk
melakukan kegiatan pemajuan kebudayaan. Atas persetujuan verifikator BPK Wil
XIX, TBM An Nur Palajau menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Digitalisasi Obyek
Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Jeneponto.
Melalui kegiatan lokakarya ini,
TBM An Nur berharap bisa melahirkan generasi yang peduli terhadap budaya daerah
dengan melakukan kegiatan-kegiatan pemajuan kebudayaan seperti
mengidentifikasi, mendokumentasikan, melestarikan, maupun mempublikasikan
obyek-obyek budaya. Dalam lokakarya ini, TBM An Nur Palajau memperkenalkan kepada
peserta dan kepada masyarakatkan pada 3 obyek budaya Jeneponto yang terlatak di
Kecamatan Kelara, yaitu Rumah Adat Ballak Kambarak; Pusat kuliner tradisional Gantalak
Jarang; dan Kerajinan tradisional Attannung Tope. Untuk kunjungan lokasi ini,
peserta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Kelompok Ballak Kambarak, Kelompok
Gantalak Jarang, dan Kelompok Attannung Tope.
Salah satu materi dalam kegiatan lokakarya ini adalah kunjungan lapangan untuk mengambil data-data sebagai bahan pembuatan video dokumenter. Untuk kegiatan ini, TBM An Nur menggunakan armada Bus Dinas Perhubungan Jeneponto untuk mengangkut peserta ke lokasi obyek budaya. Ikut pula ke lokasi tim monitoring dari BPK Wil XIX yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai; Mahasiswa KKN Tematik Literasi Lokus TBM An Nur Palajau; dan Relawan Literasi Masyarakat Jeneponto.
Lokasi pertama yang dikunjungi
adalah pusat kuliner Gantalak Jarang di Pasar Tolo di sebuah warung yang telah
dihubungi sebelumnya oleh panitia. Di warung ini, peserta dari Kelompok Gantalak
Jarak melaksanakan tugas pengambilan gambar, baik foto maupun video, dan
wawancara dengan pemilik warung dan pelanggang. Usai Kelompok Gantalak Jarang
melaksanakan tugasnya, peserta dan seluruh rombongan menikmati bersama kuliner
kebanggaan masyarakat Jeneponto, yaitu Gantalak Jarang.
Kunjungan berikutnya setelah
shalat Dhuhur di Masjid Besar Kelara adalah ke Rumah Adat Ballak Kambarak yang
terletak di Mataere Kelurahan Tolo Kecamatan, 1 KM dari Pasar Tolo. Di lokasi
ini kelompok Ballak Kambarak melaksanakan tugas, yaitu pengambilan gambar,
video, dan wawancara, sedangkan kelompok lainnya ikut menyaksikan tanpa masuk
ke rumah adat.
Kunjungan terakhir adalah Pusat Kerajinan Attannung Tope yang terletak di Lingkungan Tolotoa, kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, 5 KM dari Ballak Kambarak. Seperti kelompok sebelumnya, di lokasi ini, peserta dari Kelompok Attannung Tope melaksanakan tugasnya mengambil gambar, video, dan wawancara. Tim Monitoring BPK Wil XIX ikut pula sampai lokasi terakhir ini lalu berpisah dengan peserta untuk melajutkan kegiatan monitoring di Kabupaten Takalar. (Els@h).



