
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. TBM An Nur Palajau adalah
komunitas yang peduli pada budaya Jeneponto melalui kegiatan kajian; penulisan berita, artikel dan buku konten budaya; dan pembuatan video/film dokumenter konten budaya serta aktif mempublikasikan budaya-budaya lokal. Tahun 2025 ini kembali mendapat dana
bantuan dari Kementerian Kebudayaan melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX (BPK Wil XIX). TBM An Nur memanfaatkan
dana bantuan dengan melakukan kegiatan Lokakarya Digitalisasi Obyek Pemajuan
Kebudayaan yang berlangsung pada tanggal 1-3 Agustus 2025.
Memastikan kegiatan lolakarya ini berlangsung sesuai dengan Petunjuk Teknis maka BPK Wil XIX melakukan kunjungan monitoring ke TBM An Nur Palajau. Kunjungan monitoring yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 dipimpin langsung oleh Kepala BPK Wil XIX, Bapak Sunatriyo Danuhagidingrat, S.S.
Sebelum, Panitia Lokakarya telah
berkoordinasi dengan tim monitoring agar jadwal monitoringnya disesuaikan
dengan jadwal kunjungan ke lokasi obyek budaya agar bisa bersama-sama berkunjung
ke lokasi dan bersama-sama menikmati kuliner kebanggaan masyarakat Jeneponto,
Gantalak Jarang di Pasar Tolo. Tertarik dengan Gantalak Jarangnya Jeneponto,
Kepala Balai langsung merespon ingin bergabung dengan Tim Monitorng ke
Jeneponto dan bermalan di salah satu hotel di Jeneponto agar bisa ikut jadwal
panitia.
Di Pusat Kuliner Gantalak Jarang
Tolo, nampak Kepala Balai bersama timnya yang bukan orang Jeneponto sangat
menikmati Gantalak Jarang. Ikut makan bersama dengan Kepala Balai adalah
narasumber, pegiat budaya Kementerian Kebudayaan, dan Panitia Pelaksana. Tim
monitoring ikut menyaksikan proses memasak Gantalak Jarang dan penyajian
Gantalak Jarang.
Setelah menikmati Gantalak Jarang
dan Shalat Dhuhur, Tim Monitoring mengikuti peserta ke lokasi rumah Adat Ballak
Kambarak yang jaraknya tidak jauh dari Pasar Tolo, lalu lanjut ke lokasi
terakhir, yaitu pusat karajinan tradisional Attannung Tope di lingkungan
Tolotoa, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara. Sepulang dari lokasi terakhir
ini, Tim monitoring melanjutkan perjalanan monitoring ke Kabupaten Takalar.
(Els@h).



