
Minggu, 3 Agustus 2025, adalah
hari terakhir pelaksanaan Lokakarya Digitalisasi Obyek Pemajuan Kebudayaan yang
diselenggarakan oleh TBM An Nur Palajau yang difasilitasi dana oleh Kementerian
Kebudayaan RI melalui dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025 Balai
Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Kegiatan hari ketiga adalah
praktek pembuatan skrip dan storyline, dan praktek pembuatan video berbasis
obyek pemajuan kebudayaan. Untuk kedua kegiatan praktek ini, TBM An Nur
menghadirkan 2 struktur dari Institut Seni Budaya Sulawesi Selatan, yaitu Muhammad
Ikhwan, S.Kom, S.Sn, M.Sn, dan Abas Fauzi, S.Sn, M.A.
Dua hari sebelumnya, 5 narasumber telah menyampaikan materi, yaitu Peluang Memiliki Ketrampilan Membuat Video Berbasis Obyek Pemajuan Kebudayaan oleh A Maming, S.SE (Kabid Kebudayaan Disdikbud Jeneponto); Etika dan Kaidah Publikasi Video di Media Sosial oleh Andi Sri Astuti, Teknik Pembuatan Skrip dan Stroline oleh Muhammad Alfian, S.S, M.A; Teknik Pembuatan Video Konten Budaya oleh Raihan Taufiq, S.IP; dan Pengumpulan data di lokasi obyek budaya oleh Try Andi.
Pada hari kedua, 2 Agustus 2025,
Tim Monitorang dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX berkunjung ke TBM
An Nur. Tim dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan,
Sunatriyo Danuhadiningrat, S.S. Selain menitoring kegiatan di TBM An Nur, tim
monitoring ikut pula ke lokasi obyek budaya di Kecamatan Kelara, yaitu Rumah
Adat Ballak Kambarak, Pusat Kuliner Gantalak Jarang, dan Kerajinan Tradisional
Attannung Tope.
Akhir kegiatan pada hari ketiga
adalah pemutara video masing-masing kelompok dan penyetoran Skrip dan Storyline
lalu mengupload video di masing-masing media sosial. Setelah masing kelompok
mengupload video, Panitia Pelaksana Kegiatan Lokakarya Digitalisasi Obyek
Pemajuan Kebudayaan ditutup oleh Pounder TBM An Nur Palajau.
Dalam sepatah katanya, pounder
TBM An Nur Palajau menyampaikan apresiasi kepada para panitia yang mampu
melaksanakan tugasnya menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Digitalisasi Obyek
Pemajuan Kebudayaan selama 3 hari. Kepada para peserta, pegiat literasi budaya
Jeneponto ini mengucapkan terima kasih atas kehadirannya selama ini dalam
mengikuti kegiatan lokakarya. “Saya berharap setelah kegiatan lahir beberapa
orang atau komunitas pegiat budaya di Kabupaten Jeneponto”, ungkap Daeng
Ngella’ sappan akrab Sahabuddin, S.Pd (2-8-2025). Ucapan terima kasih
disampaikan pula oleh Adriana, S.Pd, seorang peserta lokakarya kepada kedua
narasumber yang telah memberinya ilmu yang sangat bermanfaat, dan penyampainya
yang mudah dipahami.
Sebagai penerima bantuan dana
Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan, Ketua TBM An Nur Palajau, Kaspianti
menyampaikan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX yang
telah memberikan kepercayaan mengelola dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun
2025. Terkhusus kepada Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan atas kesediaannya
berkunjung ke Kabupaten Jeneponto, khususnya ke TBM An Nur Palajau. “Semoga ke
depannya, TBM An Nur Palajau masih mendapat kepecayaan menerima dana Fasilitasi
Pemajuan Kebudayaan”, harapnya. (Els@h).



