
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Mencacah koleksi perpustakaan adalah salah satu tugas pengelola perpustakaan yang biasanya dilakukan sekali dalam setahun. Pecacahan koleksi perpustakaan adalah proses inventarisasi atau penghitungan bahan pustaka untuk membandingkan data koleksi fisik di rak dengan data yang ada di daftar inventaris atau sistem perpustakaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui ketersediaan fisik koleksi, mengidentifikasi koleksi yang hilang, atau tidak layak, serta memastikan aset perpustakaan tetap terdata dengan akurat.
Mengetahui pentingnya pencacahan koleksi perpustakaan, pengelola Perpustakaan KALUKU UPT SMP Negeri 2 Tarowang melakukan pencacahan koleksi. Pencacahan dilakukan selama 2 hari yang dibantu oleh beberapa siswa, guru, dan staf TU SMP Negeri 2 Tarowang. Pencacahan yang disaksikan oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Tarowang dan kepala Perpustakaan KALUKU berlangsung di ruang koleksi perpustakaan."Selamat ya, Ibu-Ibu Sayang semua !", ujar Kepsek, Eka Andrianti menyemangati.
Selain untuk persiapan menghadapi Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten, pencacahan koleksi penting dilakukan dalam rangka pengembangan perpustakaan yang berbasis dana. Pencacahan yang dilakukan rutin setiap tahunnya adalah bukti dari profesionalitas pengelola perpustakaan. Kehadiran kepala sekolah dalam proses pencacahan tentu memiliki makna tersendiri dan minimal pengelola perpustakaan mendapat asupan semangat dalam mengelola perpustakaan, agar para pengelola tahu dengan pasti jenis dan jumlah kolesi perpustakaan yang dikelola agar bila dimintai data tidak main tebak-tebakan. Dengan pencacahan koleksi pimpinan sekolah tahun kebutuhan perpustakaan sekolah.
Sahabuddin, S.Pd sebagai Tenaga layanan Teknik Perpustakaan KALUKU berharap agar pencacahan ini bisa memberi kepastian bahwa data perpustakaan KALUKU UPT SMP Negeri 2 Tarowang adalah akurat. Untuk itu, selaku penanggung jawab pencacahan, pembina Majalah Dinding KREASI SMPN 2 Tarowang ini berharap agar teman-teman yang ikut mencacah menghitung dengan benar, mengindentifikasi jumlah judul dan eksemplar bahan bacaan sesuai dengan klasifikasi buku. Mengindentifikasi pula berapa jumlah koleksi yang rusak, tidak layak layan, atau hilang.
Terhadap buku-buku yang rusak, maka pengelola perpustakaan akan mengambil keputusan apakah buku tersebut perlu dirawat atau tindakan penyiangan. Hasil pencacahan ini tercatat dalam Berita Acara Pencacahan, begitupun tindak lanjutnya, perawatan atau penyiangan tercatat pula dalam berita acara. Hasil pencacahan tahun ini akan menjadi acuan pada kegiatan Percacahan Koleksi Perpustakaan tahun ayang akan datang. (Els@h).



