
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Suara tangis anak-anak mewarnai kepergian ke-7 Mahasiswa Unhas yang telah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di Lokasi Khusus TBM An Nur Palajau. Mereka menangis karena sedih karena ditinggalkan oleh kakak-kakaknya yang selama 40 hari menemaninya beraktivitas di TBM An Nur Palajau maupun di luar TBM An Nur Palajau. Bagi anak-anak TBM, kakak-kakaknya itu baik, lucu, suka memberinya susu, biscuit, dan mentraktirnya bakso.
Tangis mereka mulai pecah saat kakak-kakaknya pamitan untuk meninggalkan TBM An Nur Palajau untuk berkumpul di Kantor Camat Arungkeke. Walau mereka ikut mengantar ke Kantor Camat, namun tangis mereka kembali pecah saat mereka dipeluk oleh kakak-kakaknya saat berpisah di Kantor Camat. Dan pecah lagi saat bus yang dinaiki kakak-kakaknya lewat di depan TBM An Nur dan melihat kakak-kakaknya melambaikan tangan kepadanya.
Anak-anak TBM An Nur Palajau
wajar bersedih karena selama mahasiswa KKN berada di TBM An Nur Palajau,
hubungan mereka amat dekat. Mahasiswa KKN bukan hanya mengajaknya membaca
bareng, membaca nyaring atau mengulas buku, melainkan mengajaknya ke pantai
atau ke dermaga bermain, dan bahkan yang paling menyenangkan bagi anak-anak
adalah mereka diajaknya ke warung lalu ditraktirnya makan bakso.
Fasilitas yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional kepada Mahasiswa KKN Tematik Literasi berupa cemilan dan minuman, membuat mereka disenangi oleh anak-anak dan berdampak pada jumlah pengunjung TBM An Nur, kalau sebelum kedatangan mahasiswa KKN Tematik Literasi, jumlah pengunjung TBM An Nur rata-rata 250 orang sebulan, naik menjadi 400 dalam sebulan. Cemilan dan minuman susu tentu salah satu penarik pengunjung selain dari keramahan mereka pada anak-anak Desa Palajau.
Tahun 2025 ini, TBM An Nur Palajau mendapat kepercayaan menjadi lokasi khusus (lokus) pelaksanaan KKN Tematik Literasi oleh Mahasiswa Universitas Hasanuddin. Sebanyak 7 orang dari 7 jurusan melaksanakan tugas KKN dan tinggal di rumah Pounder TBM An Nur Palajau. Mereka datang dengan membawa program kerja yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional lengkap dengan ATK pendukungnya. Masing-masing mahasiswa menangani program kerja yang menjadi tanggung jawab, tetapi dalam pelaksanaannya mereka berkolaborasi dengan sesama mahasiswa KKN, dengan pengelola TBM An Nur Palajau dan dengan sekolah-sekolah yang dikunjunginya.
Hari berganti minggu, dan minggu
berganti bulan. Pergantian waktu ini mengantarnya pada ambang perpisahan.
Minggu malam, 17 Agustus 2025, mahasiswa KKN bersama TBM An Nur Palajau
menggelar acara Ramah Tamah Perpisahan. Dengan menyajikan Mie Tittik, mereka
mereka menyapa hadirin, yaitu anak-anak TBM yang selama ini akrab dengannya,
para orang tua, tokoh masyarakat, dan warga Kampung Beru lainnya.
Malam ramah tamah ini diisi dengan Kesan pesan dari Pounder TBM An Nur, Ketua TBM An Nur Palajau, dan Mahasiswa KKN Tematik Literasi. Usai Kesan pesan dilanjutkan dengan pemutaran foto dan video kenangan selama melaksanakan KKN di TBM An Nur Palajau. Berbagai adegan dan foto yang lucu yang membuat hadirin tertama anak-anak TBM tertawa geli, antara lain aksi mendorong mobil Pustaka Keliling TBM An Nur yang macet di tengah jalan.
Usai pemutaran video dilanjutkan dengan penyerahan Sertifikat Telah Melaksanakan KKN Tematik Literasi dari Ketua TBM An Nur Palajau kepada Mahasiswa KKN lalu dibalas penyerahan cendera mata dari Mahasiswa KKN kepada Ketua TBM An Nur Palajau setelah meyerahkan ATK dan sarana lainnya yang sudah tidak dipakai oleh mahasiswa KKN. Kegiatan ditutup dengan karokean bersama warga Desa Palajau sampai pukul 23.30 Wita. Warga Desa Palajau sangat antusias mengikuti acara malam ramah Tamah ini.
Hari ini, Senin, 18 Agustus 2025
hukum dunia berlaku bahwa di mana ada pertemuan di situ pula ada perpisahan.
Takdir yang mendatangkan mereka ke TBM An Nur Palajau, bergaul dengan warga TBM
An Nur Palajau, warga Kampung Beru dan Desa Palajau, dan waktu pula yang
memisahkan mereka. Mahasiswa KKN harus meninggalkan TBM An Nur, meninggalkan
Desa Palajau karena tugas KKN telah
selesai dan kembali ke kampus untuk melanjutkan tugas-tugasnya sebagai
mahasiswa.
Pounder TBM An Nur Palajau,
Sahabuddin, S.Pd, saat acara pamitan, menyampaikan kata-kata pengantar
kepergian. Walau berat rasanya terucap, namun kata itu harus terucap, “Selamat
jalan, Nanda-Nandaku, saya hanya bisa doakan semoga kalian sukses selalu. Bila
kalian lewat di Jeneponto, jangan lupa singgah di TBM An Nur Palajau, walau
sekiranya saya sudah tidak ada lagi.
Salam buat keluarga kalian, semoga esok atau lusa Allah masih mempertemukan
kita.”, ucap Daeng Ngella dengan nada yang berat. (Els@h).



