
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. TBM An Nur Palajau adalah salah satu komunitas penggerak literasi masyarakat di Kabupaten Jeneponto. Selain menjalankan literasi baca tulis, literasi digital, dan literasi finansial, TBM ini menjalankan pula literasi budaya. Sejak mulai beroperasi tahun 2020, TBM yang didirikan oleh tokoh literasi nasional, Sahabuddin, aktif melakukan kajian-kajian dan menulis konten-konten budaya lokal dan juga mempromosikan obyek-obyek budaya lokal melalui media sosial.
Kajian dan penulisan konten-konten budaya lokal ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Kabupaten Jeneponto agar mengenal lebih dekat budaya daerahnya dan ikut berpartisifasi dalam melestarikan atau memajukan budaya daerah dalam rangka membangun masyarakat dan daerah Kabupaten Jeneponto. Pencerahan budaya dimaksudkan pula agar masyarakat bisa membedakan antara budaya dengan agama, sehingga dalam melestarikan budayanya tidak mengorbankan agamanya.
Hasil kajian budaya lokal sebagian telah dibukukan dan telah menjadi koleksi TBM An Nur Palajau dan koleksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Jeneponto, dan bahkan sebagian telah tersimpan di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2024 kemarin, TBM An Nur Palajau telah menyimpan 6 judul buku di Perpustakaan Daerah Kabupaten Jeneponto, dan tahun 2025 ini kemabali menyimpan 6 judul/eksemplar buku yang ditulis oleh pounder TBM An Nur Palajau.
Kibacai pole: https://www.gemaliterasi.com/berita/289/perpustakaan-kaluku-upt-smp-negeri-2-tarowang-lakukan-pencacahan-koleksi
Keenam judul buku tersebut diserahkan oleh Ketua TBM An Nur Palajau, Kaspianti, kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Jeneponto, H. Nur Alim, SE, MA pada pembukaan Kegiatan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokasi pada Kamis (11-9-2025), yang disaksikan oleh Sekretaris Dispusip Jeneponto, Kepala Bidang Layanan Dispusip, Penulis Nasional, Bactiar Adnan Kusumah, dan para peserta Bimtek.
Kepala Dispusip Jeneponto menyambut baik jerih payah TBM An Nur yang telah menyimpan beberapa koleksi tulisan dan terbitannya untuk dibaca oleh masyarakat, dan menyampaikan terima kasih kepada penulis dan TBM An Nur Palajau. Buku-buku yang serahkan ke Dispusip Jeneponto adalah: Membangun Jeneponto dengan Gerakan Literasi, Jeneponto dalam Bingkai Budaya, Jeneponto dalam Bingkai Sejarah, Wajah Guru dalam Harapan (Kumpulan Artikel), Hujan Duit di Tanah Kering (Kumpulan Cerpen), dan Cerita Rakyat Turatea.
Dari keenam judul tersebut, buku Hujan Duit di Tanah Kering yang paling mengundang penasaran. Judul ini diambil dari sebuah judul cerita pendek (Cerpen) yang terkandung di dalamnya, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kabupaten Jeneponto yang daerahnya dijuluki sebagai Tanah Kering, namun bila tiba musim politik baik pilkada maupun pilkades, uang tersebar di mana-mana baik melalui aksi sogok menyogok, maupun melalui pemasangan ribuan baliho calon yang tersebar disepanjang jalan dari jalan provinsi sampai ke jalan-jalan desa bahkan ke lorong-lorong pun kebagian hujan duit. (Els@h).



